My Day

“Seorang anak perempuan atas pertolongan seorang bidan di jalan Kartini 32 Pematang Siantar pada tanggal 16 September 1973 sekarang telah menjadi wanita Dewasa, ibu yang diberkati”…

ini adalah potongan kalimat sebuah SMS yang dikirimkan oleh anak Sang Bidan pagi ini kepadaku. 

Aku adalah anak yang lahir atas pertolongan sang bidan 35 tahun yang lalu.  Lahir disebuah rumah, bukan klinik, bukan rumah sakit…tetapi di rumah…rumah sang Bidan.  Bukan cerita yang terlalu khusus, tapi bagi ku hari ini, menjadi sebuah cerita yang menarik untuk direnungkan.

Karena anak sang bidan adalah Bapakku, dan sang bidan adalah ompungku.  Dan aku menjadi satu-satunya cucu yang paling beruntung karena aku menjadi satu-satunya cucu yang lahir dengan pertolongannya.  Sebagai bidan nomor 1 di kota kecil itu, banyak sekali yang menjadi pasien ompungku.  Bahkan masih jelas dalam ingatanku bagaimana saat kanak-kanak pun, aku sudah terbiasa mendengarkan suara ibu meraung kesakitan saat melahirkan di rumah kami. 

Seandainya sang bidan masih ada hari ini, dia akan sangat senang melihat aku menjadi wanita dewasa dan seorang ibu seperti harapannya sewaktu aku masih kecil.  Ompungku adalah perempuan yang kuat dan hebat.  Hari ini aku tersadar, bahwa aku merindukannya.  Merindukan saat dia mendisiplinkan kami (cucu-cucunya) dengan sapu lidi, merindukan saat dia merajuk minta tambahan garam dalam makanananya, merindukan memadang wajahnya yang berbinar saat dia dengan suka cita dibawa keluar rumah berkeliling di hari tuanya…

merindukan masa dimana dia selalu melantunkan doa dan nyanyian aku setiap hari ulang tahunku…karena sekali lagi, hanya aku cucu yang dengan tanggannya dihadirkan ke muka bumi ini.

Pagi ini aku memohon pada Tuhan untuk menyampaikan rasa rinduku pada Ompungku di surga…Bidan Poide br. Sihombing atau Ny. Paingot Sianipar…selamanya aku akan mengenangnya, sebagai seorang pahlawan dalam hidupku…

Juga di hari ini, aku ingin mengucap syukur untuk semua yang mengasihiku…

suamiku yang baik (jam 3 pagi terbangun dan mengucapkan selamat ulang tahun),

anakku yang hebat (di hari ulang tahunku kembali ngompol),

anakku yang belum lahir (yang tidak pernah menyusahkanku),

Mama & Bapakku yang bijaksana,

Mertuaku yang juga selalu khawtir dengan kesehatanku,

Adik-adik dan iparku yang penuh perhatian,

Keponakanku Markus Sianipar yang pagi-pagi sudah menelepon dan banyak mendoakan aku…dan berujung dengan ajakan naik kuda di mall…

Keponakanku (yang akan lahir) Matthew Tambunan…

Sahabat dan semua yang mengasihi aku…

Terima kasih untuk cinta dan pengertian yang diberikan kepadaku selama ini…

(selamat ulang tahun, Anne…)