December
2008
Tamu Natal 2008
Natal 2008, mulai terasa denyutnya di awal bulan Desember. Kami sibuk mendatangi mall untuk sekedar membeli beberapa kado natal. Denyut ini semakin menguat saat belanja berbagai perlengkapan untuk kue natal dijalankan. Mengadon, memanggang, menyusun ke dalam toples kedap udara dan dinikmati bersama, mejadikan irama Natal kali ini berbeda.Hal yang menjadi rutinitas tahunan kami adalah mengunjungi orang tua dan kerabat yang dituakan di tiap kali Natal menjelang. Mengirimkan beberapa hantaran Natal dan menikmati saat santai bersama keluarga.
Natal tahun lalu, biasanya tidak ada yang datang menjadi tamu di rumah kecil kami. Tapi tahun ini, berbeda. Diawali dengan kehadiran sepupu-sepupu muda dari pihak suamiku yang datang memberikan salam natal kepada kami. Ramai-ramai mereka menikmati kue natal tradisional buatan mertuaku sambil bercerita seru.
Sangat menyenangkan. Mungkin 10 tahun mendatang mereka akan menjadi orang-orang yang sangat dibanggakan. Menjadi spesialis ternama, manager yang berpotensi atau mewujudkan impian menjadi seorang polisi. Entahlah apakah mereka akan juga masih memegang tradisi ini sebagai pengikat tali kekeluargaan di dalam kehidupan mereka kelak.
Lalu, kemaren (29/12/08) rumah kecil kami di semarakkan dengan kehadiran keluarga untuk mengucapkan kegembiraan natal. Aku sangat senang dengan kegiatan ini, walaupun melelahkan dan sibuk. Tetapi semua tertutupi dengan banyak kejadian natal yang membahagiakan.
Semoga Natal kali ini menjadi berkah bagi semua orang