October
2008
Saya dan Sesuatu0
Judul aslinya sih Me and Something. Ini adalah judul dari sebuah talk show radio. Awalnya aku mengira ini tentang bagaimana kita memperlakukan semua benda mati yang kita miliki dan orang lain punya. Tetapi ternyata aku salah. Ini bercerita tentang hubungan antara manusia.
Penggunaan kata “sesuatu” bukan tanpa arti. Karena tanpa kita sadari sering kali kita tidak memperlakukan manusia sebagaimana seharusnya. Kita memperlakukan manusia sebagai sesuatu yang kita pun kadang tak tahu apakah dia memiliki arti yang jelas atau tidak. Perbincangan ini menjadi sebuah refleksi bagiku dalam minggu ini.
Memang sering kita memperlakukan seseorang tanpa memanusiakannya. Contoh, kita memperlakukan bawahan kita sebagai benda yang dapat kita perlakukan sesuka hati. Tidak memberikan perhatian sebagaimana kita memberi perhatian kepada manusia layaknya.
Sering kita mengukur hubungan antar manusia dengan uang. Jika uang memberikan arti, maka seolah-olah uang memberikan jawaban atas semua keinginan kita atas seseorang. Kita sering merasa dengan uang yang kita berikan, kita sudah membeli seseorang sehingga kita dapat memperlakukannya seperti benda mati lain milik kita.
Tidak hanya dalam masalah timbal balik seperti itu saja, dalam hubungan berkeluargapun sering kita berpikir praktis. Kewajiban suami, istri, orang tua, anak dan sebagainya adalah mutlak. Sehingga saat kewajiban tidak terpenuhi, kita menganggap permasalahan adalah milik si pemilik kewajiban yang sebagai catatan kaki adalah bagian dari kehidupan kita.
Perenungan ini yang harusnya sekarang kita pikirkan untuk mau mengubah cara pandang kita terhadap siapa saja. Dan selalu saling mengingatkan untuk selalu memanusiakan manusia sebagaimana seharusnya.