3
July
2008

Duma0

6 tahun yang lalu, Duma kecil bersama ibu dan abangnya datang ke Jakarta menghadiri pesta pernikahan ku dengan abang sepupunya (yang sekarang menjadi suamiku).

“UMA” begitu semua orang menyebut namanya. Dengan pipi yang penuh dan gerakan yang lucu, Duma kecil adalah anak yang sangat menyenangkan. Semua orang sangat mengasihinya. Bahkan, ketika dia dimarahi oleh ibunya, semua orang akan dengan segera melindunginya dan balik memarahi sang ibu.

Waktu berjalan dengan sangat cepat, Uma kecil mulai beranjak memasuki usia sekolah. Saat dia membutuhkan perhatian dan kasih ibu, Tuhan memiliki cerita indah lain buat Uma kecil. Sang ibu sakit dan akhirnya mengakhiri semua kelelahannya menghadapi penyakit pertengahan tahun lalu. Saat itu, Uma kecil menyanyikan lagu “DI DOA IBUKU” untuk sang ibu. Dengan tangisan yang mengiris hati, semua orang tak kuasa menahan rasa saat dia melagukan kidung itu buat ibu tersayangnya.

Masih lekat diingatanku, tahun lalu aku sengaja mencarikannya sebuah gaun cantik berwarna kuning. Aku ingin dia menggunakannya saat pesta pernikahan adik iparku. Masih juga menempel di bayanganku saat dia sangat senang menggunakan baju barbie yang ku berikan sebagai hadiah kenaikan kelasnya.

Masih jelas dipelupuk mataku, saat dia dan jagoan kecil kami Yermia mandi di bawah siraman air di halaman rumah kami di Medan. Masih juga terasa kehangatan kulitnya saat terlelap dalam tidur.

Hari ini, Uma kecil memilih menjadi malaikat kecil untuk mengawal ibunya terkasih di rumah Kristus. Sakit yang sangat pendek, membawa Uma kecil harus berpisah dengan kami. Tak ada lagi tawa khas Duma dengan gigi ompongnya, tidak adalagi Uma kecil yang merengek untuk makan di KFC tiap kali kami bertemu. Tidak ada lagi Uma kecil dengan baju lucu yang bisa kami tertawakan. Karena sekarang Uma kecil sudah mengenakan baju kehidupan barunya.

Mungkin kerinduan karena cintanya yang besar pada sang ibu, membuat dia akhirnya mudah menyerah terhadap penyakitnya.

Apapun itu jalannya, Duma kecil sudah tidak lagi ada bersama dengan kami pada Natal ini.

(SELAMAT JALAN, DUMA TERSAYANG)