18
April
2008

Culiana0

Awalnya, Culiana di rekrut oleh Martino. Kepala bagian untuk design. Tapi entah bagaimana, final rekrutment aku yang melakukannya.

Akhirnya Culiana bergabung di Hezzel Farm. Menjadi satu-satunya perempuan dalam tim design. Seiring dengan berjalannya waktu, departemen A&P digabungkan dalam departemenku. Culiana pun akhirnya menjadi bagian dari tim yang aku pimpin.

Banyak hal menarik yang kami jalani bersama. Banyak hal lucu dan konyol yang akhirnya menjadi rahasian diantara kami. Walaupun hubungan kami tetap mengalami pasang surut dalam perjalanannya.

Akhirnya, Culiana menemukan cara yang lebih baik dalam menjalani hidupnya. Berkarya dan mencari uang di tempat lain yang lebih menantang. Tidak ada yang salah dengan keadaan ini. Tetapi sekarang terasa sangat berat. Ternyata Culiana bukan hanya sekedar seorang rekan sekerja, tetapi juga seorang sahabat yang baik.

Culiana adalah orang pertama yang menyadarkan aku tentang asiknya naik motor matic. Culiana adalah orang yang bisa diajak berkeliling pasar untuk mencari barang murah. Culiana adalah orang yang asik untuk diajak bersakit-sakit.

Dibalik penampilannya yang agak tomboy, ternyata dia seorang yang sangat cengeng.

Semua perjalanan yang sudah terlalui bersama Culiana, akan menjadi suatu suratan indah yang tidak akan pernah terlupakan.

(untuk seorang teman yang baik: Culiana, Selamat menempuh hidup baru di dunia kerja yang menantang)

17
April
2008

Elisabeth0

3 tahun yang lalu, saat memutuskan menerima pekerjaan di Hezzel Farm, pertama kali aku berkenalan dengan Elisabeth.

Ada hal yang khusus dari kesan awal mengenalnya, yaitu sombong dan judes. Wajah Elisabeth jarang mengeluarkan senyum. Semua orang harus menarik nafas panjang setiap kali harus berhadapan dengannya. Tidak terlalu mengejutkan jika efeknya, mobil miliknya penuh dengan goresan. Tanda ketidaksukaan orang terhadapnya.

Seiring waktu, aku sering menghabiskan waktu makan siang dengan Elisabeth. Sekali lagi, dia memberikan kesan aneh. Karena Elisabeth bisa makan dengan nikmat hanya dengan kuah.

Semakin lama, semakin banyak hal yang menarik dari sosok Elisabeth. Ternyata dia tidak sesombong dan sejudes penampang luarnya. Elisabeth selalu gelisah dengan penampilannya yang semakin besar. Dan ternyata dia sebenarnya cantik jika sering tertawa dan tersenyum.

Semakin lama, semakin banyak hal yang bisa kami bagi bersama. Dari hal yang bersifat gosip sampai pribadi. Tetapi Elisabeth adalah seorang teman yang sangat menyenangkan dan dapat dipercaya, selain itu dia juga seorang yang pintar. Sebagai anak seorang anumerta bintang 3, jelas sekali bahwa dia tidak dibiasakan hidup dengan fasilitas negara.

Mengenal Elisabeth selama 3 tahun, seakan mengenal dia selama bertahun-tahun. Saat dia merasa gelisah dengan pekerjaannya, sedih dengan keadaan ibunya dan berakhir dengan perpisahan oleh maut, ketenangannya saat menemukan cara intim berkomunikasi dengan Tuhan dan kebahagiaan saat mendapatkan saat mengalami hal indah dalam hidupnya.

Dari beberapa sahabat yang ada dalam hidupku, baru Elisabeth yang bisa membuatku menerjang 3 in 1 hanya untuk mengantarkannya interview di sebuah bank asing. Cuma Elisabeth teman yang bisa membuatku mengerti akan arti persahabatan tanpa diawali dengan ras. Karena Elisabeth bukan orang Batak seperti sahabat-sahabatku yang lain.

Tanggal 18 April 2008, akan menjadi hari terakhir kami bersama bekerja dalam sebuah perusahaan. Dan baru saat menuliskan ini aku merasakan kesedihan (selama ini biasa saja…). Tapi, perpisahan ini bukan selamanya, karena masih ada waktu yang manis yang akan disediakan Allah untuk kami bisa bertemu bersama lagi. Perpisahan ini adalah masa yang manis karena ada tempat lain yang ditunjukkan Tuhan agar Elisabeth bisa berkarya dan memuliakan Tuhan.

Tidak ada pertemuan yang tak diakhiri dengan perpisahan. Tidak ada yang abadi di muka bumi ini. Tetapi aku masih berharap persahabatan dengan Elisabeth tidak akan pupus ditelan waktu, sampai Tuhan memisahkan kami dari kehidupan sekarang ini.

Selamat berkarya Elisabeth…dan jangan berhadap aku akan menangisi perpisahan ini….

(untuk seorang sahabat yang sangat baik-Elisabeth)