17
March
2008

Tahun Ke Enam0

Ini adalah tahun ke-6 kami menikah

Banyak hal yang sudah terlewati
Bukan hanya hal manis tapi juga yang pahit

Saat belajar pun tak pernah berhenti

Saat sakit yang menggigit menyerang
atau pada saat indah yang tak terlupakan terjadi

masa 6 tahun bukan masa yang sebentar walaupun juga belum berarti banyak

Ketika cinta menjadi dasar pernikahan ini,
ketika cinta hadir dan berwujud seorang anak kecil yang lucu
Ketika cinta menjadi penawaran segala kegundahan

Hendaklah juga cinta yang akan dibawa sampai maut memisahka

(catatan untuk 6 tahun kebersamaan kami)

14
March
2008

PHK0

Jujur saja, saya belum pernah (dan amit-amit) merasakan menjadi pesakitan sebagai karyawan yang di PHK.

Jadi wajar, jika saya lebih menjadi orang yang teoritis perihal PHK.

Merasakan tidak punya pekerjaan sudah pernah saya rasakan
Merasakan tidak punya uang pun juga sudah pernah saya rasakan

Tetapi di PHK…mungkin rasanya kurang lebih sama.

Minggu ini, hal terberat yang harus saya lakukan adalah mengeluarkan keputusan untuk memberhentikan seorang tenaga kurir di kantor. Terlihat sederhana dan masalah skandal kecil. Tetapi ini lebih berat daripada menindak seorang supervisor atau jr. manager yang ‘ndablek’.

Si Kurir ini memiliki keluarga yang sangat berkekurangan. Tetapi saat kita mengulurkan tangan untuk menolong pun, tidak ada respon yang positif. Malah menjatuhkan.

Menyebalkan memang, tapi hati ini tetap tidak tega untuk melihat tangisan sang istri yang sakit hati karena ulah suaminya

Suamiku bilang, inilah dilema posisi dengan anak buah. Tidak ditolong kasihan, di tolong menjerumuskan. Ada saat kita memberi hati ada saat kita memberi sedekah.

(renungan dari masalah kecil orang kecil)

10
March
2008

Monster House0

Libur akhir pekan lalu, film Monster House sangat menarik perhaianku. Cerita tentang sebuah rumah yang menelan apa saja bila berada di dalam kawasan lahannya. Sebuah cerita yang pada awalnya cuma sekedar legenda dengan pembuktian yang tidak akurat.

Sampai seorang anak bisa membuktikan bahwa rumah itu memang menelan apa saja yang berada dikawasan halamannya.

Cerita ini menjadi menarik, karena setelah sekian lama baru orang menyadari bahwa rumah tersebut memang berbahaya. Lalu, kemana saja selama ini orang yang berada disekitar rumah tersebut. Apakah memang tidak pernah merasa kehilangan atau memang sangat tidak mau tahu.

Namanya juga cerita, tentu selalu ada kelemahannya.

Tapi ini menjadi pemikiran baru buat saya dalam bekerja. Saat seorang teman terkena masalah dengan keuangan. Diawal bekerja, orang ini sudah terkena masalah, bayangkan itu sudah 3 tahun yang lalu. Entahlah bagaimana, kesan yang tertangkap, tidak ada sanksi yang berat untuk kesalahannya itu. Dan pengawasan yang dilakukanpun hanya pada kawasan masalahnya saja, tidak ke kawasan lain yang dapat menimbulkan celah baru.

Tanpa disangka, setelah sekian lama tertumpuklah masalah. Kamis menjadi kelabu. Ada orang yang harus mengorbankan diri.

Entah siapa yang akan dipersalahkan jika kondisinya seperti saat ini.

Monster House akan terjadi juga.

(untuk seorang teman yang baik)