25
June
2007
Enaknya menjadi buruh:
1. Dapat upah secara berkala
2. Berhak menuntut kesejahteraan tanpa perlu berpikir mengenai kelanjutan hidup perusahaan
Sakitnya menjadi buruh:
1. Kerja siang malam agar bisa mendapatkan upah
2. Ketika perusahaan tutup, pusing tujuh keliling mencari tempat naungan baru
Enaknya menjadi pengusaha:
1. Saat untung perusahaan besar, tentu saja mendapatkan share terbesar
2. Sesuka hati mengumkan perusahaan rugi atau untung
Sakitnya menjadi pengusaha:
1. Demo kiri kanan, tekan atas bawah
2. Kalau perusahaan tutup lebih sering menjadi tersangka
Jadi…mana yang menjadi pilihan kita dalam menjalani hidup?
Posted: Uncategorized
25
June
2007
Aku bahagia ketika Tuhan mempercayakan seorang anak perempuan lahir dari rahimku lebih dari 20 tahun yang lalu.
Aku bahagia ketika gadis kecilku mampu menjadi pelipur saat aku mengalami benturan kehidupan
Aku bersyukur saat gadis remajaku mulai memasuki masa dewasa
Aku tersenyum saat dia bercerita tentang dirinya yang sedang jatuh cinta
Tapi…
Aku menangis saat dia mengatakan sudah salah melangkah
Aku tersayat saat dia menyatakan tak lagi sepaham dengan cara pandangku
Aku tergugu ketika dia melangkah meninggalkan aku tanpa sedikitpun mengindahkan aku
Dadaku rasanya ingin pecah saat dia memilih berpaling dari restu dan doaku
Rasaku kesakitan saat menghadirkan dia di muka bumi ini tidak sebanding dengan sakitku saat dia seakan meniadakan aku
Kesendirian yang tadinya aku harapkan menjadi jalan kebahagaiaan terampas begitu saja saat dia menyerahkan hati dan dirinya pada sosok yang tak pernah nyata bagiku
Ini cerita seorang istri…
Aku bahagia saat mengenal dia dalam hidupku
Binar mataku tidak pernah mampu menyembunyikan kenyataan bahwa aku telah jatuh hati padanya
Aku bahagia saat dia mengatakan ingin menjadi bagian dalam hidupku
Aku bahagia saat melangkah bersamanya dihadapan banyak mata
tapi…
Aku tidak bisa menyembunyikan kekecewaanku saat dia tidak lagi sejalan denganku
Aku tidak bisa habis pikir saat dia mulai menyerahkan semua urusan mencari nafkah ke pundakku
Aku cuma bisa menangis tiap kali dia mendapati kegagalan yang dalam
Aku patah saat tidak lagi bisa memahami jalan pikirannya
………………..Karena Wanita Ingin di Mengerti……………………
Sebagai ibu,
sebagai anak perempuan
sebagai istri
sebagai menantu
dan sebagai manusia
sudah menjadi suratan wanita ingin di mengerti
(dedikasi untuk 2 orang wanita yang tidak saling mengenal namun menjadi inspirasi pada tulisan ini)
Posted: Uncategorized
15
June
2007
Hidup adalah sebuah pilihan kata orang bijak.
Kita punya hak memilih menikah atau tidak.
Kita punya kebebasan menentukan mau memiliki anak atau tidak.
Tidak ada yang melarang kita mau bekerja atau tidak.
Mau berbuat dosa atau tidak itu juga menjadi hak manusia yang hidup.
Satu yang bukan menjadi pilihan apakah kita mau meneruskan hidup di dunia ini atau tidak.
Karena bagian ini adalah satu-satunya otoritas eksklusif dari Tuhan (apapun kita menyebutnya).
Entah apa yang ada dipikiran manusia saat dia memutuskan untuk menikah
Gak jelas apa yang ada dibenak manusia saat dia memutuskan untuk memiliki anak
Tidak pasti apa yang ada di hati manusia yang memilih untuk bersenang-senang saja daripada bekerja
Dan pada akhirnya mengorbankan nyawa lain yang sebenarnya tidak perlu terlibat dalam semua kesusahan ini
Dengan alasan ekonomi, banyak orang mengorbankan pernikahan, istri, anak bahkan seluruh keluarganya.
Tidak hanya dalam bentuk pemaksaan pekerjaan, pemutusan masa depan sepihak
saat ini banyak yang memutuskan mengakhiri hidup dirinya, anak, pasangan bahkan keluarganya secara keseluruhan dengan alasan yang hanya bisa dibenarkan oleh dirinya snediri.
Karena bagi mereka hidup adalah pilihan.
Namun mereka lupa tidak semua menjadi pilihan. Ada yang menhjadi keharusan dan ada yang menjadi otoritas penuh Tuhan sanga Pencipta
Karena memang sebenarnya hidup bukanlah sebuah pilihan
Posted: Uncategorized