20
April
2007

Habis hujan tampak pelangi0

kalau ada orang berpendapat berolah raga itu melelahkan aku rasa belum sepenuhnya tepat.
secara fisik memang ada kelelahan tapi setelah itu ada kesegaran yang menyehatkan

kalau ada orang berpendapat bangun pagi untuk bekerja dan belajar itu menyebalkan menurutku belum sepenuhnya benar.
secara finansial bangun pagi untuk bekerja dan belajar akan mengisi pundi-pundi emas.

kalau ada kesakitan yang luar biasa dikarenakan kekecewaan aku sependapat dengan pandangan itu.
tidak ada sakit yang mampu bertahan seumur manusia bernafas kalau bukan karena sakit batin yang dikecewakan. apapun alasannya dan apapun istilahnya.

tetapi seminggu terakhir ini aku baru bisa meresapi arti HABIS HUJAN TAMPAK PELANGI. karena setelah semua kejadian yang mungkin bagi orang tertentu menyakitkan saat itu, dikemudian hari hal yang menyakitkan itu bisa menjadi berkat bagi kehidupannya yang sejak awal terasa menyakitkan.

tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya menikah dan memiliki anak dengan cara tidak benar.
tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya tidak memiliki masa depan.
tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya pindah keyakinan.
tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya bercerai dari rumah tangganya…

kesimpulannya semua orang tua menginginkan yang terbaik bagi anaknya
tapi bila hal yang sebaliknya terjadi
siapakah yang bisa dipersalahkan dalam hal ini?

tidak ada…

saat si anak mati muda dengan cara mengenaskan
kemudian mantan menantu mau berpisah dengan anaknya
juga cucu yang lucu dan sempat tersia-siakan mau menjadi warna baru dalam kehidupan saat ini

ada jugakah orang yang benar-benar berjasa mewujudkan semua keadaan ini?

Tuhan selalu punya cara yang unik dan penuh misteri untuk setiap orang
Tuhan juga selalu punya cara lucu agar tiap manusia memiliki cerita masing-masing dalam menjalani kehidupan ini …

tidak ada satu orang pun yang bisa mengerti dan membaca jalan apa yang Tuhan mau dari tiap peristiwa yang terjadi.

Saat semua harus terjadi hendaklah senantiasa bersyukur dan bersuka cita

2
April
2007

MENGHADAPI MANUSIA MENGESALKAN0

Hari ini agaknya menjadi hari menyebalkan bagiku…

dimulai dari bangun pagi yang kesiangan

hari ini laporan pajak pribadi terakhir dan data pajak yang aku punya belum ditangan dan masih perlu koreksi…

seorang rekan sejawat yang tiba-tiba membawa pesan dari boss yang sedang cuti dan mempersulit gerakan ku

seroang rekan sejawat yang tiba-tiba baru memberitahukan bahwa terjadi kesalahan antara iklan dengan packing produk

seorang rekan sejawat yang tiba-tiba memberikan banyak masalah dilapangan untuk diselesaikan

seorang staf yang disuruh mengerjakan apa….jadinya…entah apa

segerombolan staf yang disuruh ngirim apa…terkirimnya…juga entah apa

seorang boss yang marah-marah karena laporan urusan kantor menyebabkannya naik darah…

semua itu harus aku telan hari ini…padahal seandainya

aku seorang teman boss tentu ada kesalahan akan ditutup-tutupi
aku seorang saudara boss tentu kesalahan fatal pun tak pernah terjadi dan selalu bisa dimaafkan
aku seorang penjual di lapangan tentu kesalahan terparah sekalipun hanya akan mendapatkan peringatan ringan…

masalahnya aku tidak masuk dalam ke-3 kategori diatas…menyedihkan sekali bukan

kalau ada penjualan yang luar biasa itu semua karena orang lain
kalau ada kesalahan kecil itu semua karena aku kurang kontrol

sebelum mengakhiri hari ini, seorang teman mengirimkan email ini kepada aku:

Orang Brengsek Guru Sejati
oleh Gede Prama

Entah apa dan di mana menariknya, Bank Indonesia amat senang mengundang saya untuk menyampaikan presentasi dengan judul Dealing With Difficult People. Yang jelas, ada ratusan staf bank sentral ini yang demikian tertarik dan tekunnya mendengar ocehan saya. Motifnya, apa lagi kalau bukan dengan niat untuk sesegera mungkin jauh dan bebas dari manusia-manusia sulit seperti keras kepala, suka menghina, menang sendiri, tidak mau kerja sama dll.

Di awal presentasi, hampir semua orang bernafsu sekali untuk membuat manusia sulit jadi baik. Dalam satu hal jelas, mereka yang datang menemui saya menganggap dirinya bukan manusia sulit, dan orang lain di luar sana sebagian adalah manusia sulit.

Namun, begitu mereka saya minta berdiskusi di antara mereka sendiri untuk memecahkan persoalan kontroversial, tidak sedikit yang memamerkan perilaku-perilaku manusia sulit. Bila saya tunjukkan perilaku mereka; seperti keras kepala, menang sendiri, dll dan kemudian saya tanya apakah itu termasuk perilaku manusia sulit, sebagian dari mereka hanya tersenyum kecut.

Bertolak dari sinilah, maka sering saya menganjurkan untuk membersihkan kaca mata terlebih dahulu, sebelum melihat orang lain. Dalam banyak kasus, karena kita tidak sadar dengan kotornya kaca mata maka orangpun
kelihatan kotor. Dengan kata lain, sebelum menyebut orang lain sulit, yakinlah kalau bukan Anda sendiri yang sulit. Karena Anda amat keras kepala, maka orang berbeda pendapat sedikitpun jadi sulit. Karena Anda amat mudah tersinggung, maka orang yang tersenyum sedikit saja sudah membuat Anda jadi kesal.

Nah, pembicaraan mengenai manusia sulit hanya boleh dibicarakan dalam keadaan kaca mata bersih dan bening. Setelah itu, saya ingin mengajak Anda masuk ke dalam sebuah pemahaman tentang manusia sulit. Dengan
meyakini bahwa setiap orang yang kita temui dalam hidup adalah guru kehidupan,
maka guru terbaik kita sebenarnya adalah manusia-manusia super sulit. Terutama karena beberapa alasan.

Pertama, manusia super sulit sedang mengajari kita dengan menunjukkan betapa menjengkelkannya mereka.

Bayangkan, ketika orang-orang ramai menyatukan pendapat, ia mau menang sendiri. Tatkala orang belajar melihat dari segi positif, ia malah mencaci dan menghina orang lain. Semakin sering kita bertemu orang-orang seperti ini, sebenarnya kita sedang semakin diingatkan untuk tidak berperilaku sejelek dan sebrengsek itu. Saya berterimakasih sekali ke puteri Ibu kost saya yang amat kasar dan suka menghina dulu. Sebab, dari sana saya pernah berjanji untuk tidak mengizinkan putera-puteri saya sekasar dia kelak. Sekarang, bayangan tentang anak kecil yang kasar dan suka menghina, menjadi inspirasi yang amat membantu pendidikan anak-anak di rumah.
Sebab, saya pernah merasakan sendiri betapa sakit hati dan tidak enaknya dihina anak kecil.

Kedua, manusia super sulit adalah sparring partner dalam membuat kita jadi orang sabar.

Sebagaimana sering saya ceritakan, badan dan jiwa ini seperti karet.
Pertama ditarik melawan, namun begitu sering ditarik maka ia akan longgar juga. Dengan demikian, semakin sering kita dibuat panas kepala, mengurut-urut dada, atau menarik nafas panjang oleh manusia super sulit, itu berarti kita sedang menarik karet ini (baca : tubuh dan jiwa ini menjadi lebih longgar (sabar). Saya pernah mengajar sekumpul anak-anak muda yang tidak saja amat pintar, namun juga amat rajin mengkritik.
Setiap di depan kelas saya diuji, dimaki bahkan kadang dihujat. Awalnya memang membuat tubuh ini susah tidur. Tetapi lama kelamaan, tubuh ini jadi kebal. Seorang anggota keluarga yang mengenal latar belakang masa kecil saya, pernah heran dengan cara saya menangani hujatan-hujatan orang lain. Dan gurunya ya itu tadi, manusia-manusia pintar tukang hujat di atas.

Ketiga, manusia super sulit sering mendidik kita jadi pemimpin jempolan.

Semakin sering dan semakin banyak kita memimpin dan dipimpin manusia sulit, ia akan menjadi Universitas Kesulitan yang mengagumkan daya kontribusinya. Saya tidak mengecilkan peran sekolah bisnis, tetapi pengalaman memimpin dan dipimpin oleh manusia sulit, sudah terbukti membuat banyak sekali orang menjadi pemimpin jempolan. Rekan saya menjadi jauh lebih asertif setelah dipimpin lama oleh purnawirawan jendral yang amat keras dan diktator.

Keempat, disadari maupun tidak manusia sulit sedang memproduksi kita menjadi orang dewasa.

Lihat saja, berhadapan dengan tukang hina tentu saja kita memaksa diri untuk tidak menghina balik. Bertemu dengan orang yang berhobi menjelekkan orang lain tentu membuat kita berefleksi, betapa tidak enaknya dihina orang lain.

Kelima, dengan sedikit rasa dendam yang positif manusia super sulit sebenarnya sedang membuat kita jadi hebat.

Di masa kecil, saya termasuk orang yang dibesarkan oleh penghina-penghina saya. Sebab, hinaan mereka membuat saya lari kencang dalam belajar dan berusaha. Dan kemudian, kalau ada kesempatan saya bantu orang-orang
yang menghina tadi. Dan betapa besar dan hebatnya diri ini rasanya, kalau berhasil membantu orang yang tadinya menghina kita.

Terakhir dan yang paling penting, manusia super sulit sebenarnya menunjukkan jalan ke surga, serta mendoakan kita masuk surga.

Pasalnya, kalau kita berhasil membalas hinaan dengan senyuman, batu dengan bunga, bau busuk dengan bau harum, bukankah kemungkinan masuk surga menjadi lebih tinggi ?

Dan hari ini aku menyadari bahwa seharusnya kau bersyukur dengan semua kesulitan yang kualami hari ini.
Paling tidak hari ini Tuhan tunjukkan jalan lain yang bukan tidak mungkin akan menjadi jalan baru bagi ku…

(renungan buat orang-orang yang merasa ditindas)