26
December
2006

Natal Putih0

I am dreaming of a white Christmas….

itu kata lagu.

Tiap Natal bagiku tidak ada kata mimpi untuk meraih kemurniannya. Tahun lalu, aku melalui malam Natal dengan sangat berat bersama keluarga besar Tambunan. Tapi keindahan Natal tidak surut karena beban yang terpikulkan dipundakku.

Kali ini Natal pun masih memberikan makna yang indah. Indahnya menjadi istri yang bisa menyenangkan hati suami, menjadi ibu yang selalu memberikan perhatian kepada anak, menjadi menantu yang bisa mengerti dan dimengerti, menjadi ipar yang bisa diandalkan, kakak yang bijak , rekan yang bisa dipercaya dan majikan yang arif.

Tuhan,
memberikanku kekuatan yang sangat besar di tiap kali Natal.

aku berharap di suatu Natal kelak, aku akan menjadi irama yang bisa dipahami oleh semua orang…

(Selamat Natal)

22
December
2006

Karena Ini Hari Perempuan0

Hari ini, hampir semua saluran radio memutarkan lagu yang bertemakan IBU. Karena hari ini diperingati sebagai hari Ibu. Tadi malam, jagoan kecil kami mengungkapkan sayangnya padaku dengan caranya sendiri. Dia membangunkanku untuk menemaninya bermain dengan cara memeluk dan menciumi pipiku sampai basah.

Tidak cuma itu, jagoan kecilku dengan tekunnya memijat-mijat kepalaku agar aku bisa terus menemaninya bermain.

Tiba-tiba siang ini semua rekaman itu terputar dengan sangat jelas dipikiranku. Dan aku menyadari bahwa belum pernah selama ini aku melakukan hal kecil semacam itu kepada mamaku sendiri. Ugh…agak menyesakkan hati, tapi itulah kenyataannya.

Dari tadi malam banyak isi siaran radio yang mengulas betapa seringnya kita melakukan kesalahan besar kepada seorang Ibu. Dan tanpa kita sadari setelah menjadi Ibu, pola didik Ibu kita terbawa-bawa dalam kehidupan kita sekarang. Dengan setengah hati, aku setuju dengan pendapat itu.

Mudah aja, cara aku menangani masalah hubungan keluarga banyak sekali meniru cara mama menghadapi keluarga besar kami. Dulu aku suka sebal karena mama terlalu lembek dan sering mengalah. Tapi sekarang aku menyadari bahwa tindakan itulah yang telah menyelamatkan hubungan kekeluargaan kami.

Di hari peringatan khusus PEREMPUAN ini, tidak ada salahnya kita merenungkan kembali hubungan baik dengan ibu dan perempuan-perempuan lain yang sudah seharusnya kita hormati dan cintai.

(SELAMAT HARI PEREMPUAN)

21
December
2006

Cinta Yang Mempersatukan0

Ini cerita tentang pasangan suami istri muda. Dalih kebutuhan hidup sehari-hari membawa sang istri terjebak dalam suatu situasi tidak menyenangkan. Awalnya, si suami yang tak menduga efek dari perbuatan sang istri hanya bisa mencari jalan keluar dengan menggulirkan waktu tanpa kejelasan. Ketika menyadari ketiadaan campur tangan pihak lain, sang suami pun dengan sepenuh hati datang untuk mempertanggungjawabkan perbuatan istrinya.

Tanpa tekanan dan kemarahan, sang suami menyerahkan satu-satunya alat transportasi mereka sebagai jaminan mengeluarkan sang istri dari belitan masalah. Suami yang baik hati ini menyesali ketidakmampuannya memuaskan keluarganya sehingga permasalahan ini menimpa istrinya.

Berkenalan dengan ke-2 orang ini membuatku semakin diperkaya oleh pengalaman.

Saat kemiskinan masih sangat mencintai kehidupan pasangan suami istri, terlihat kerja keras yang harmonis dari kedua belah pihak.

Tapi mengapa saat situasi ekonomi mendukung, kerja sama yang manis seperti ini tidak lagi ada. Ada alasan bagi salah satu dari pasangan suami istri ini untuk berselingkuh bahkan mendua.

Kemana semua perjuangan yang dulu pernah ada? Sebegitu hebatnya kekuatan kekayaan sehingga mampu menghapuskan semua sejarah yang sudah terjadi.

Semoga hal ini tidak menimpa kehidupan keluarga kita.

(sebuah renungan untuk : Aa Gym & Keluarga)