April
2005
Susah menjadi Ibu Rumah Tangga0
Ada satu karier yang sudah menjadi garis kodrat harus dilakoni seorang perempuan, yaitu menjadi seorang ibu rumah tangga. Suatu jabatan terhormat namun tidak mudah untuk dijalani. Ketika ada kekurangan dalam rumah tangga tidak ada yang akan dipersalahkan kecuali seorang Ibu. Ketika ada kebahagiaan dalam keluarga tidak akan ada orang yang mengingat betapa besar peran seorang ibu dalam usaha menciptakan suasana sukacita itu.
Dalam satu hari saja ada banyak lakon yang harus dijalankan seorang perempuan. Mulai dari menjadi seorang ibu, seorang istri dan saat ini tidak sedikit yang juga menjadi tiang ekonomi keluarga. Namun, seringkali seorang perempuan dalam kapasitas sebagai ibu rumah tangga tidak mempunyai hak yang sebanding dengan kewajibannya. Karena seorang ibu dituntut harus selalu mengerti kondisi tiap anggota keluarga. Namun, seberapa banyak anggota keluarga yang mau mengerti kemauan ibu?
Jika di tempat kerja formal, ketika kita tidak suka dengan pekerjaan yang dilakoni akan sangat mudah untuk keluar dari pekerjaan tersebut dan mencari pekerjaan baru yang lebih membuat hati nyaman. Tapi pekerjaan yang satu ini tidak akan mengenal istilah resign. Sekali teken kontrak menerima pekerjaan ini, maka pekerjaan ini akan dibawa sampai maut memisahkan alam sang perempuan dengan dunia fana ini.
Tidak mudah memang, tapi bukan berarti tidak mungkin. Namun, perempuan bukan makhluk individual yang mampu melakukan segala sesuatunya sendirian. Tanpa dukungan suami yang bijak dan anak-anak yang baik, seorang perempuan tidak akan pernah memberikan arti bagi dunia.
(didedikasikan buat para perempuan hebat di muka bumi ini)