26
April
2005

Susah menjadi Ibu Rumah Tangga0

Ada satu karier yang sudah menjadi garis kodrat harus dilakoni seorang perempuan, yaitu menjadi seorang ibu rumah tangga. Suatu jabatan terhormat namun tidak mudah untuk dijalani. Ketika ada kekurangan dalam rumah tangga tidak ada yang akan dipersalahkan kecuali seorang Ibu. Ketika ada kebahagiaan dalam keluarga tidak akan ada orang yang mengingat betapa besar peran seorang ibu dalam usaha menciptakan suasana sukacita itu.

Dalam satu hari saja ada banyak lakon yang harus dijalankan seorang perempuan. Mulai dari menjadi seorang ibu, seorang istri dan saat ini tidak sedikit yang juga menjadi tiang ekonomi keluarga. Namun, seringkali seorang perempuan dalam kapasitas sebagai ibu rumah tangga tidak mempunyai hak yang sebanding dengan kewajibannya. Karena seorang ibu dituntut harus selalu mengerti kondisi tiap anggota keluarga. Namun, seberapa banyak anggota keluarga yang mau mengerti kemauan ibu?

Jika di tempat kerja formal, ketika kita tidak suka dengan pekerjaan yang dilakoni akan sangat mudah untuk keluar dari pekerjaan tersebut dan mencari pekerjaan baru yang lebih membuat hati nyaman. Tapi pekerjaan yang satu ini tidak akan mengenal istilah resign. Sekali teken kontrak menerima pekerjaan ini, maka pekerjaan ini akan dibawa sampai maut memisahkan alam sang perempuan dengan dunia fana ini.

Tidak mudah memang, tapi bukan berarti tidak mungkin. Namun, perempuan bukan makhluk individual yang mampu melakukan segala sesuatunya sendirian. Tanpa dukungan suami yang bijak dan anak-anak yang baik, seorang perempuan tidak akan pernah memberikan arti bagi dunia.

(didedikasikan buat para perempuan hebat di muka bumi ini)

21
April
2005

Berhenti Bekerja0

Setelah hampir 5 tahun menghabiskan hari-hari dengan bekerja di perusahaan MLM ternama, akhirnya aku mengambil sebuah keputusan besar dalam hidupku untuk meninggalkan segala kesenangan di dalam ikatan keluarga besar perusahaan itu. Mulai tanggal 6 Mei 2005, aku tidak akan lagi menjadi bagian dalam keluarga besar perusahaan yang luar biasa ini. Aku akan memulai sebuah babak baru sebagai seorang tenaga kerja profesional di tempat lain yang mudah-mudahan akan membawa efek yang lebih baik dalam kehidupan karier dan keluargaku.

Mengambil keputusan ini bukan hal yang mudah, karena perusahaan MLM yang menafkahi ku selam ini sebenarnya sangat menyenangkan. Hanya saja, ada hal-hal yang kurang mengena bagiku secara pribadi. Secara pribadi aku membawakan masalah ini ke altar Tuhan pada saat paskah lalu, dan semuanya Tuhan jawab. Tuhan menunjukkan jalan yang lebar bagiku saat aku merasakan segala sesuatunya sudah terlalu sempit saat itu. Tuhan menunjukkan “kedok” orang kepercayaanku di rumah saat aku mau memutuskan menerima pekerjaan di tempat lain. Dan puncaknya Allah mempercayakan keluarga dan sahabat-sahabat yang baik saat aku bimbang mengambil sebuah keputusan.

Mungkin di tempat yang baru keadaan tidak akan lebih ringan, namun paling tidak aku menjadi kembali percaya diri karena ternyata kemampuanku masih bisa dijual dengan haga pantas di kancah pencariaan pekerjaan.

Saat ini tidak ada hal yang lebih aku butuhkan daripada dukungan positif dan kuat agar aku tidak akan pernah menoleh kebelakang untuk menyesali hidup. Tapi selalu melangkah ke depan untuk menatap hari yang lebih cerah, berbekal pengalaman berhargaku di masa lalu.