August 20th, 2008

Satu bulan terakhir ini ada banyak kejadian suka cita yang aku rasakan.  Bermula dari seorang ‘eda’ (sepupu perempuan dari suamiku) di lamar oleh seorang pria.  Setelah mengalami banyak pergumulan dalam membina suatu hubungan yang serius, akhirnya dia mendapatkan pelabuhan barunya dengan seseorang yang baru saja dia kenal.  Mungkin mengikuti saran para Nabi, proses pacaran tidaklah wajib, tapi proses pengenalan itu harus, ‘eda’ku memutuskan untuk menerima lamaran sang pria.

Lalu, hari Senin lalu, seorang adik sepupuku yang cantik akhirnya jadi juga mengucapkan janji setia bersama pasangannya di hadapan Allah dan jemaatnya.  Lagi-lagi setelah mengalami banyak sekali pergumulan.  Walau banyak hal yang menyebalkan terjadi sepanjang acara, tapi secara umum semua berlangsung dengan baik dan lancar. 

Aku hanya memohon pada Tuhan, agar semua suka cita yang mereka rasakan akan menjadi jawaban indah sepanjang hidup mereka.

(harapan dari seorang kakak untuk 2 orang adik yang baik Aci dan Maria)

August 15th, 2008

Satu setengah tahun menanti, akhirnya hasil test pack memberikan hasil positif.  Yeremia akan menjadi Abang dalam arti sesungguhnya.  Dia senang akan punya adik baru.  Dia maunya adik perempuan, yang nanti akan pakai baju pink.

Yeremia tiap hari tanya kapan adiknya akan datang ke rumah.  Dia juga kemaren menang lomba makan biskuit dengan hadiah pensil warna gambar princess.  Kata dia nanti pensil warna buat adiknya.  Yeremia kami juga sudah memberikan nama buat adik perempuannya. 

Apapun itu judulnya, kami semua bersuka cita dan bersemangat dengan akan kehadiran anggota baru dalam keluarga kami.

Dengan iman, aku meyakini bahwa Tuhan sedang memberikan waktu yang terbaik buatk kami dengan kehadiran adik kecil.  Juga Tuhan akan selalu menyediakan yang terbaik bagi kami semua dengan kehadirannya.

(dukung doa buat kami yah…tq)

July 3rd, 2008

6 tahun yang lalu, Duma kecil bersama ibu dan abangnya datang ke Jakarta menghadiri pesta pernikahan ku dengan abang sepupunya (yang sekarang menjadi suamiku).

“UMA” begitu semua orang menyebut namanya. Dengan pipi yang penuh dan gerakan yang lucu, Duma kecil adalah anak yang sangat menyenangkan. Semua orang sangat mengasihinya. Bahkan, ketika dia dimarahi oleh ibunya, semua orang akan dengan segera melindunginya dan balik memarahi sang ibu.

Waktu berjalan dengan sangat cepat, Uma kecil mulai beranjak memasuki usia sekolah. Saat dia membutuhkan perhatian dan kasih ibu, Tuhan memiliki cerita indah lain buat Uma kecil. Sang ibu sakit dan akhirnya mengakhiri semua kelelahannya menghadapi penyakit pertengahan tahun lalu. Saat itu, Uma kecil menyanyikan lagu “DI DOA IBUKU” untuk sang ibu. Dengan tangisan yang mengiris hati, semua orang tak kuasa menahan rasa saat dia melagukan kidung itu buat ibu tersayangnya.

Masih lekat diingatanku, tahun lalu aku sengaja mencarikannya sebuah gaun cantik berwarna kuning. Aku ingin dia menggunakannya saat pesta pernikahan adik iparku. Masih juga menempel di bayanganku saat dia sangat senang menggunakan baju barbie yang ku berikan sebagai hadiah kenaikan kelasnya.

Masih jelas dipelupuk mataku, saat dia dan jagoan kecil kami Yermia mandi di bawah siraman air di halaman rumah kami di Medan. Masih juga terasa kehangatan kulitnya saat terlelap dalam tidur.

Hari ini, Uma kecil memilih menjadi malaikat kecil untuk mengawal ibunya terkasih di rumah Kristus. Sakit yang sangat pendek, membawa Uma kecil harus berpisah dengan kami. Tak ada lagi tawa khas Duma dengan gigi ompongnya, tidak adalagi Uma kecil yang merengek untuk makan di KFC tiap kali kami bertemu. Tidak ada lagi Uma kecil dengan baju lucu yang bisa kami tertawakan. Karena sekarang Uma kecil sudah mengenakan baju kehidupan barunya.

Mungkin kerinduan karena cintanya yang besar pada sang ibu, membuat dia akhirnya mudah menyerah terhadap penyakitnya.

Apapun itu jalannya, Duma kecil sudah tidak lagi ada bersama dengan kami pada Natal ini.

(SELAMAT JALAN, DUMA TERSAYANG)

June 17th, 2008

Bertanya adalah hal yang paling mudah di muka bumi ini.
Menjawab adalah hal yang sangat sulit dalam kehidupan ini.

Untuk menjawab sebuah pertanyaan, tentu harus disertai dengan dasar dan alasan yang tepat juga kuat. Jika dibutuhkan, setiap pertanyaan harus disertai dengan sebuah pembuktian.

Ada pertanyaan yang memang sengaja mengada-ada. Juga tidak juga sedikit yang tidak masuk di akal.

Ketika ’seorang pribadi’ di tuntut menjadi jawaban dari pertanyaan, kembali kita bertanya, apakh sudah cukup pantas ‘dia’ menjadi jawaban? atau memang tidak diperlukan jawaban untuk pertanyaan yang ada.

Kedewasaan berpikir, bertindak dan membuat sebuah keputusan adalah jawaban untuk menjawab kemampuan seseorang sebagai jawaban dari sebuah pertanyaan.

Mampukah kita selalu menjadi jawaban bagi orang lain? ataukah kita memang cuma mampu bertanya dan bertanya tanpa pernah bisa menjadi jawaban yang tepat dan pasti bagi orang lain.

(sebuah renungan untuk banyaknya pertanyaan dan jawaban yang aku alami akhir-akhir ini)

June 13th, 2008

Mendapat kesempatan mengunjungi negara ‘termurah’ di dunia secara gratis bukanlah hal yang mudah bagiku. Kesempatan itu mungkin tidak akan tiap hari datang dan menghampiri. Hanya faktor keberuntunganlah yang sedang memihakku hingga aku bisa menjejakkan kakiku ke Beijing.
(terima kasih banyak untuk Hezzel Farm khususnya teman baikku Ms. Aling)

Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina…itu kata bijak yang sudah mampir di otak kiri dan kanan sejak kaki mulai menjejak di bangku SD. Hal ini terbukti saat aku mulai menjelajah sedikit Beijing di masa yang singkat. Tidak bisa di pungkiri kehebatan istana, tembok raksasa dan lainnya sangatlah memukau. Tapi tidak bisa dipungkiri juga betapa memang bangsa cina adalah pedaganagn ulung.

Kota Beijing cukup padat tapi terlihat bersih dan rapi. Entah kemana larinya sepeda motor Cialing yang di Indonesia sangat fantastis untuk di jajal. Bunga-bunga mawar bisa tumbuh dan mekar dengan cantiknya di tengah kota…entah mengapa tidak bisa kita nikmati di Jl. Sudirman.

Kehebatan Beijing didukung dengan ketidakramahan penduduknya…tapi entah bagaimana pula orang Indonesia sangat gila berbelanja di sana…

Tidak ada kalimat yang cukup tepat untuk bisa mendeskripsikan kehebatan bangsa ini. Sungguh Besar dan pintar….

Sejenak aku memikirkan…kapankah bangsaku bisa sehebat mereka?

June 10th, 2008

menjadi anggota baru di manapun judulnya bukanlah hal yang mudah. Walaupun cukup sering melompat-lompat dalam dunia pekerjaan, ternyata semakin hari aku menyadari siapa diriku yang sebenarnya.

tidak mudah beradaptasi, tidak mudah memberikan sebuah perintah dan sangatlah juga tidak mudah membuat suatu perubahan.

Tapi semua ini memperkaya diriku sendiri dengan pengalaman. Yang mungkin tidak bisa dinikmati semua orang.

Setiap hari, aku hanya bisa menyenandungkan sebuah doa dan permohonan agar Allah membimbingku di jalan yang benar. Karena dengan itulah aku bisa terus bertahan dalam setiap langkah perjalanan yang kutempuh

June 6th, 2008

Tidak ada yang tak berakhir di muka bumi ini. Minggu ini, aku mengakhiri suatu cerita dalam kehidupan karir ku. Meninggalkan semua kenyamanan yang sudah ku nikmati bersama Hezzel Farm.

Tidak ada yang terlalu khusus. Karena semua ini pasti akan terjadi cepat atau lambat. Tidak ada yang terlalu khusus kecuali kesan bahwa perusahaan ini memang beda. Biasanya, jika mau keluar dari sebuah perusahaan, maka semua fasilitas tidak lagi 100% bisa kita nimkati. Tetapi baru kali ini, ada penawaran tidak boleh KELUAR sebelum jalan-jalan ke BEIJING.

Menyenangkan sekali…

Tetapi tidak sepenuhnya benar.

Seandainya saja, manajemen Hezzel Farm bisa bertindak lebih profesional dan saling mempercayai, tentu tidak akan ada perpisahan secepat ini. Dan perusahaan akan bisa berjalan lebih cepat dan maju.

Dalam memoriku sepanjang berkarir di Hezzel Farm hanya ada 2 kali masalah yang memang adalah kesalahanku. Dan aku mengakui semuanya dengan besar hati. Walaupun tidak sebesar masalah yang dilakukan orang lain, tapi dengan kebesaran hati aku menerima semua resikonya. Walaupun kesan yang timbul akibat masalah tersebut sangat fatal dan bisa membuat perusahaan bangkrut.

Tapi sikap profesionalku tak diimbangi perusahaan. Ada banyak kemajuan, tetapi tetap saja tidak bisa menyeimbangkan kebutuhan keseharian. Terasa menyesakkan setiap kali harus menjadi pengemis untuk mendapatkan sesuatu yang memang sebenarnya menjadi hak.

Karena kewajiban sudah dijalankan, seharusnya hak bisa berjalan bersisian. Bukan melangkah lebih lambat dibelakang ataupun terlalu cepat berjalan di depan, karena adalah dosa menikmati sesuatu yang bukan menjadi hak kita.

Saat ini, tidak ada waktu untuk menoleh ke belakang. Tidak ada saat dimana semua yang terjadi menjadi sebuah penyesalah.

Ini adalah masanya untuk memulai sesuatu yang baru. Dimana semuanya masih samar. Belum tentu gelap juga belum tentu terang.

Tuhan sangat baik menjawab semua doa dan permohonanku. Tuhan sangat baik menjawab kegelisahanku. Tuhan sangat manis membukakan banyak jalan baik bagiku. Dan dengan iman aku yakin, Tuhan akan bekerja dengan caraNya yang luar biasa dan misterius untuk menunujukkan arah kehidupan yang baik untukku.

Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, tidak ada yang tidak mungkin jika Tuhan berkehendak. Meninggalkan suatu pos dalam kehidupanku bukan berarti kematian. Mungkin ini adalah jalan terbaik yang harus aku lalui untuk menggapai sesuatu yang indah.

Bukan karena tidak setia, bukan juga karena sakit hati…tapi karena memang inilah masanya, karena memang ini lah caranya, karena memang inilaih jalannya.

Selalu ada hal yang kurang menyenangkan, tetapi selalu ada hal baik yang dapat dikenang. Selalu ada hal baik yang dapat dipelajari. Karena jalan ini harus ditempuh cepat atau lambat.

Terima kasih untuk masa 3 tahun yang menyenangkan bersama Hezzel Farm

May 2nd, 2008

Ada masa, dimana kita merasa ada di persimpangan jalan. Celakanya lagi, kita tidak tahu ke mana akhir dari setiap persimpangan jalan itu. Apakah jalan itu akan membawa kita ke sebuah tempat yang sangat nyaman ataukah malah menjerumuskan ke jurang tiada akhir.

Ada masa, dimana kita merasa bukan pada saat yang tepat. Celakanya lagi, kita tidak juga tidak tahu kapan akhir dari perjalanan waktu itu. Sesaat rasanya kita berjalan pada waktu yang berputar dengan sangat lambat, saat lain rasanya sang waktu berjalan sangat cepat dan ada satu saat lain dimana kita merasa kelelahan berlari dengan tenaga penuh dan tiada henti mengejar waktu.

Ini adalah semua babak dalam kehidupan manusia.

Ini juga rasa yang saat ini aku rasakan.

Jika mengikuti ego, ingin rasanya tetap berada pada kawasan nyaman ini. Jika mengikuti ego, tak rela rasanya melepasakan semua yang ku punya saat ini.
Jika mengikuti ego, tak ingin rasanya memulai sesuatu yang baru.

Tapi tidak semua egoku bisa dipertahankan.
Inilah masanya aku harus melepasakan semua ego yang ku miliki.

Berjalan dalam kehidupan yang lebih keras lagi dan baru. Karena ada banyak hal yang harus ku pertaruhkan. Bukan sekedar kenyamanan bekerja, bukan sekedar nyamannya punya mobil matic, juga bukan sekedar senangnya melakukan perjalanan ke luar negeri.

Saatnya aku harus menentukan arah kehidupanku. Saatnya aku harus menentukan waktuku untuk berhenti dan memulai sesuatu yang baru.

Kehidupan ku bukan cuma untuk aku. Ada seorang suami yang baik, ada seorang anak yang pintar ada keluarga yang mencintaiku. Mereka menjadi bagian terpenting yang harus ku pertaruhkan dengan segala upaya yang ku miliki.

Bagiku kebahagiaan dan keceriaan mereka ada harta yang tak ternilai bagi ku.

Aku mencintai mereka lebih dari aku mencintai diriku sendiri.

(saat aku merasa berada di persimpangan jalan)

April 18th, 2008

Awalnya, Culiana di rekrut oleh Martino. Kepala bagian untuk design. Tapi entah bagaimana, final rekrutment aku yang melakukannya.

Akhirnya Culiana bergabung di Hezzel Farm. Menjadi satu-satunya perempuan dalam tim design. Seiring dengan berjalannya waktu, departemen A&P digabungkan dalam departemenku. Culiana pun akhirnya menjadi bagian dari tim yang aku pimpin.

Banyak hal menarik yang kami jalani bersama. Banyak hal lucu dan konyol yang akhirnya menjadi rahasian diantara kami. Walaupun hubungan kami tetap mengalami pasang surut dalam perjalanannya.

Akhirnya, Culiana menemukan cara yang lebih baik dalam menjalani hidupnya. Berkarya dan mencari uang di tempat lain yang lebih menantang. Tidak ada yang salah dengan keadaan ini. Tetapi sekarang terasa sangat berat. Ternyata Culiana bukan hanya sekedar seorang rekan sekerja, tetapi juga seorang sahabat yang baik.

Culiana adalah orang pertama yang menyadarkan aku tentang asiknya naik motor matic. Culiana adalah orang yang bisa diajak berkeliling pasar untuk mencari barang murah. Culiana adalah orang yang asik untuk diajak bersakit-sakit.

Dibalik penampilannya yang agak tomboy, ternyata dia seorang yang sangat cengeng.

Semua perjalanan yang sudah terlalui bersama Culiana, akan menjadi suatu suratan indah yang tidak akan pernah terlupakan.

(untuk seorang teman yang baik: Culiana, Selamat menempuh hidup baru di dunia kerja yang menantang)

April 17th, 2008

3 tahun yang lalu, saat memutuskan menerima pekerjaan di Hezzel Farm, pertama kali aku berkenalan dengan Elisabeth.

Ada hal yang khusus dari kesan awal mengenalnya, yaitu sombong dan judes. Wajah Elisabeth jarang mengeluarkan senyum. Semua orang harus menarik nafas panjang setiap kali harus berhadapan dengannya. Tidak terlalu mengejutkan jika efeknya, mobil miliknya penuh dengan goresan. Tanda ketidaksukaan orang terhadapnya.

Seiring waktu, aku sering menghabiskan waktu makan siang dengan Elisabeth. Sekali lagi, dia memberikan kesan aneh. Karena Elisabeth bisa makan dengan nikmat hanya dengan kuah.

Semakin lama, semakin banyak hal yang menarik dari sosok Elisabeth. Ternyata dia tidak sesombong dan sejudes penampang luarnya. Elisabeth selalu gelisah dengan penampilannya yang semakin besar. Dan ternyata dia sebenarnya cantik jika sering tertawa dan tersenyum.

Semakin lama, semakin banyak hal yang bisa kami bagi bersama. Dari hal yang bersifat gosip sampai pribadi. Tetapi Elisabeth adalah seorang teman yang sangat menyenangkan dan dapat dipercaya, selain itu dia juga seorang yang pintar. Sebagai anak seorang anumerta bintang 3, jelas sekali bahwa dia tidak dibiasakan hidup dengan fasilitas negara.

Mengenal Elisabeth selama 3 tahun, seakan mengenal dia selama bertahun-tahun. Saat dia merasa gelisah dengan pekerjaannya, sedih dengan keadaan ibunya dan berakhir dengan perpisahan oleh maut, ketenangannya saat menemukan cara intim berkomunikasi dengan Tuhan dan kebahagiaan saat mendapatkan saat mengalami hal indah dalam hidupnya.

Dari beberapa sahabat yang ada dalam hidupku, baru Elisabeth yang bisa membuatku menerjang 3 in 1 hanya untuk mengantarkannya interview di sebuah bank asing. Cuma Elisabeth teman yang bisa membuatku mengerti akan arti persahabatan tanpa diawali dengan ras. Karena Elisabeth bukan orang Batak seperti sahabat-sahabatku yang lain.

Tanggal 18 April 2008, akan menjadi hari terakhir kami bersama bekerja dalam sebuah perusahaan. Dan baru saat menuliskan ini aku merasakan kesedihan (selama ini biasa saja…). Tapi, perpisahan ini bukan selamanya, karena masih ada waktu yang manis yang akan disediakan Allah untuk kami bisa bertemu bersama lagi. Perpisahan ini adalah masa yang manis karena ada tempat lain yang ditunjukkan Tuhan agar Elisabeth bisa berkarya dan memuliakan Tuhan.

Tidak ada pertemuan yang tak diakhiri dengan perpisahan. Tidak ada yang abadi di muka bumi ini. Tetapi aku masih berharap persahabatan dengan Elisabeth tidak akan pupus ditelan waktu, sampai Tuhan memisahkan kami dari kehidupan sekarang ini.

Selamat berkarya Elisabeth…dan jangan berhadap aku akan menangisi perpisahan ini….

(untuk seorang sahabat yang sangat baik-Elisabeth)

« Previous Entries